Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama satu abad di Gunungsindur
Share :

Di sudut kecil perumahan di kampung Gunungsindur, pagi baru saja lewat hujan. Aspal masih basah, menyisakan genangan tipis yang memantulkan warna langit kelabu. Di depan pos lingkungan, dua anak berdiri santai di balik semak berbunga kecil, seolah dunia pagi itu hanya milik mereka berdua.

Bendera hijau berkibar pelan, seperti saksi bisu rutinitas kampung yang sederhana. Tidak ada yang tergesa—hanya tawa kecil, obrolan ringan, dan rasa bebas khas masa kanak-kanak. Mereka memilih sudut itu bukan karena nakal, tetapi karena alam kadang terasa lebih dekat daripada aturan tertulis di papan tata tertib.

Di kejauhan, papan bertuliskan tata tertib berdiri tegak, mengingatkan bahwa ini adalah lingkungan yang dijaga bersama. Namun pagi itu, kampung seolah memberi toleransi kecil pada dua bocah yang masih belajar memahami batas. Setelah urusan selesai, mereka akan kembali berlari, mungkin mengambil sapu, mungkin mengejar layang-layang yang tertinggal di halaman.

Foto ini menangkap momen sekejap—tentang kebebasan, kebersahajaan, dan kehidupan kampung yang apa adanya. Sebuah cerita kecil tentang tumbuh, belajar, dan hari yang akan terus berjalan.

Selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama, satu abad lebih mengabdi untuk negeri. Semoga NU terus menjadi penjaga tradisi, penebar kesejukan, dan penuntun umat menuju kebaikan.

Penulis

Baca Juga :  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Jabal Nur Berlangsung Khidmat dan Meriah