
Syekh Imam Nawawi al-Bantani: https://www.laduni.id
Syaikh Nawawi al-Bantani
Di antara nama-nama kebanggaan kita yang telah menerangi Nusantara dengan keilmuan dan tanpa niat mengesampingkan lainnya, penulis memilih satu nama yang menjadi salah satu legenda dalam dunia kepesantrenan di Indonesia. Bahkan, beliau berjuluk Bapak Kitab Kuning. Tokoh yang amat mulya ini adalah Syaikh Nawawi al-Bantani.
Syaikh Nawawi Al-Bantani memiliki nama lengkap Abu Abd al-Mu’ti Muhammad Nawawi ibn Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani dan lebih dikenal dengan sebutan Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Beliau dilahirkan pada 1230 H/1815 M di Kampung Tanara Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang Banten (Kafabihi Mahrus, Ulama Besar Indonesia Biografi dan Karyanya, 2007, hlm. 4).
Ada yang menyebut ulama ini dengan nama Nawawi Banten dan ada pula yang menyebutnya Nawawi Tanara. Di dalam sebagian bukunya tertulis nama Syaikh Muhammad Nawawi Al-Jawi. Al-Jawi berarti orang jawa atau orang dari pulau jawa yang meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ayah beliau bernama Umar bin Araby dan ibunya bernama Zubaidah. Keduannya adalah penduduk asli Desa Tanara Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Jawa Barat. Ayahnya seorang ulama pendiri dan pembina awal masjid jami’ Desa Tanara itu dan pernah menjabat sebagai penghulu Kecamatan di daerah tersebut (Sudirman Teba, Mengenalkan Wajah Islam Yang Ramah, 2007, hlm. 155).
Secara genologis Muhammad Nawawi merupakan keturunan yang ke 12 dari Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati, salah satu anggota Wali Songo) Cirebon yaitu keturunan dari Maulana Hasanuddin (Sultan Kerajaan Islam Banten I) lewat jalur Suniararas (Yasin, Melacak Pemikiran Syaikh Nawawi Al-Bantani, 2007, hlm. 60). Silsilah keturunan Syaikh Muhammad Nawawi dari ayahnya, yaitu Kyai Umar bin Kyai Arabi bin Kyai Ali bin Kyai Jamad bin Janta, bin Kyai Mas Bugil bin Kyai Masqun bin Kyai Masnun bin Kyai Maswi bin Kyai Tajul Arusy Tanara bin Maulana Hasanuddin Banten bin Maulana Syarif Hidayatullah Cirebon. Kemudian dari silsilah keturunan pihak Ibunya adalah bahwa Nawawi Putra Nyi Zubaidah binti Muhammad Singaraja (Sudirman Teba, Mengenalkan Wajah Islam Yang Ramah, 2007, hlm. 156).
Dalam masalah-masalah Agama, keluarga Nawawi termasuk keluarga besar yang menonjol. Semua anggota keluarganya adalah orang-orang yang senang menuntut ilmu khususnya ilmu-limu pengetahuan agama. Ini semua membukakan jalan seluas-luasnya bagi Nawawi untuk meraih sukses dalam bidang ilmu pengetahuan (Yasin, Melacak Pemikiran Syaikh Nawawi Al-Bantani, 2007, hlm. 60).







