
Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Gunung Sindur
Konferensi di dalam Organisasi atau Jamiyyah Nahdhatul Ulama adalah forum tertinggi, di dalamnya dipilih pimpinan tertinggi organisasi didalam setiap tingkatannya, yaitu Rois Syuriah dan Ketua. Setiap tingkatan dari Pengurus Besar, Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang dan Pengurus Majelis Wakil Cabang menyelenggarakan konferensi setiap 5 tahun sekali atau satu periode kepengurusan NU disetiap tingkatan. Konferensi diselenggarakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan didalam AD/ART NU.
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Gunung Sindur Alhamdulillah telah melaksanakan konferensi Majelis Wakil Cabang pada tanggal 27 Oktober 2024 bertempat di Aula Kecamatan Gunung Sindur dan berjalan sukses. Konferensi ini wajib dilaksanakan mengingat bahwa masa kepengurusan MWC NU periode 2019-2024 sudah akan berakhir maka berdasarkan arahan dari PCNU Kabupaten Bogor konferensi harus segera dilaksanakan. Setelah di lakukan rapat antara jajaran pengurus MWC yang terdiri dari jajaran Syuriah dan Tanfidiyah pada tanggal 3 September 2024 di Cafe Madani, maka dipilihlah panitia Konferensi yaitu Ky Rofendi, S. Pd I sebagai ketua, Ky Deden Syukrillah, S. Sos. I sebagai Sekretaris, dan KH. Abu Hasan Sebagai Bendahara ditambah anggota panitia yang lain yang melibatkan unsur BANOM yaitu ANSOR, BANSER dan MUSLIMAT.
Dengan semangat dan niat berkhidmat untuk kemajuan NU di Gunung sindur panitia bekerja dengan maksimal melakukan persiapan dengan sepenuh hati, berkomunikasi dengan berbagai pihak, baik dengan pengurus MWC atau pengurus PC, harus dimaklumi karena Konferensi MWC ini adalah yang pertama kali akan dilaksanakan di MWC NU Gunung Sindur dan panitia belum memiliki pengalaman.
Ada hambatan dan rintangan berupa belum terbentuknya ranting yang memenuhi syarat dan kurangnya sinergitas seluruh elemen pengurus MWC dan Kader NU dalam memberikan dukungan kepada panitia terutama dalam pendanaan. Namun dengan semangat dari para pengurus dan kader yang ingin agar ada perubahan dan kemajuan NU di Gunung Sindur dan penyelenggaraan Konferensi MWC adalah sebuah keniscayaan, maka semuanya sepakat untuk terus maju memberikan dorongan dan dukungan kepada panitia agar sukses melaksanakan Konferensi.
Proses pembentukan ranting NU pun didorong agar segera terbentuk dan setelah melakukan sosialisasi dan konsolidasi dalam tahap awal dapat dibentuk pengurus Ranting NU 6 Desa yaitu desa Rawakalong, desa Curug, Desa Pedurenan, Desa Cidokom, Desa Cibinong, desa Pengasinan kemudian disusul 4 Desa yang lainnya yaitu desa Gunung Sindur, Cibadung, Pabuaran, Cimangir. Terbentuknya ranting ini menjadi persyaratan bisa di selenggarakannya konferensi karena suara ranting akan menentukan dalam pengajuan calon AHWA dan memilih Ketua dan batas minimal terbentuknya ranting adalah 60 % dari jumlah desa yang ada.
Penjaringan Calon AHWA (Ahlulhal Wal Aqdi) dan Ketua Tanfidiyah pun dilakukan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memenuhi syarat. Pada tahap awal ada 7 nama yang diusulkan oleh ranting sebagai calon Ahwa dan 1 Calon Ketua Tanfidiyah. Setelah mendekati batas akhir bertambah menjadi 20 Calon AHWA dan 2 Calon Ketua Tanfidiyah yaitu Ky Munawir. SH, M.Pd. dan Bapak Aminudin Hadi, SE.
Pelaksanaan Konferensi dimulai dengan pembukaan, dihadiri oleh pengurus Ranting dari 10 Desa sekecamatan Gunung Sindur, Pengurus MWC, BANOM dan Tamu undangan, hadir dan memberikan sambutan perwakilan dari Kecamatan Bapak Imron Rosadi.S.Pd.I.,.S.Sos.,M.I.P, Ketua MUI Kecamatan Ustad Ahmad Patoni, S.Ag dan dari Pengurus PCNU Kabupaten Bogor Ky Waspodo, MM didampingi Rois Syuriah MWCNU Ky Mukhalip,SQ, M.Pd dan Ketua Tanfidiyah Ky Hasanurofik. Acara pembukaan yang dimulai sekitar pukul 09.00-11.00 WIB berjalan lancar.
Tahap Awal konferensi dimulai dengan laporan dari Ketua Tanfidiyah lama yang dibacakan oleh wakilnya dan ditolak oleh sebagian peserta namun diterima oleh mayoritas peserta sehingga ketua lama masih punya kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai pengurus. Dalam Sesi Rapat Pleno yang dipimpin oleh pengurus PC yaitu Ky Waspodo, MM. pimpinam sidang membacakan tata tertib sidang setelah disepakati bahwa harus di baca satu persatu pasal-pasalnya. Di antara yang disepakati adalah bahwa rapat hanya rapat pleno yang hanya memilih Anggota AHWA (Ahlulhal wal aqdi), Rois Syuriah, Ketua Tanfidiyah, dan Tim Formatur.
Dalam proses pemilihan AHWA para calon diferifikasi oleh pimpinan sidang dari 20 yang terdaftar hanya 11 yang hadir, setelah dihitung jumlah suara terbanyak akan diambil 5 orang. Dari 11 orang suara terbanyak yang pertama Ky Miftahuzen dan kedua Ky Deden Syukrillah dan ada 6 orang yang suaranya sama yaitu Ky Mukhalip, H. Muhammad Samubi, KH. Abu Hasan, Ky Muslih Anwar, Ky Hasan Nurofik, Bapak Marji Suherman. Akhirnya disepakati untuk voting tertutup memilih 3 Suara terbanyak untuk melengkapi anggota AHWA. Setelah dilakukan voting dengan menulis nama maka dibacakan oleh pimpinan sidang dan terpilihlah suara terbanyak yaitu petama Ky Mukhalip, kedua KH Abu Hasan dan ada yang draw yaitu H. M. Samubi dan Ky Muslich Anwar dan di sepakati yang maju H.M. Samubi. Maka dengan hasil tersebut terpilihlah 5 Anggota AHWA yang akan memilih Rois Syuriah. Kemudian ditawarkan oleh pimpinam sidang agar kelima anggota AHWA untuk bermusyawarah atau voting untuk menentukan siapa yang menjadi Rois Syuriah. Dan mereka sepakat untuk voting menulis nama dan di bacakan oleh pimpinan sidang. Setelah dibacakan , maka perama Ky Mukhalip meraih 3 suara dan Ky Miftahuzen meraih 2 suara. Dalam mengumumkan hasilnya pimpinan sidang menyampaikan pujian akan pelaksanaan konferensi di MWC Gunung Sindur yang dinilai paling demokratis dibandingkan MWC lain karena dalam pemilihan rois syuriah tidak melalui musyawarah namun melalui Voting.
Setelah terpilih Rois Syuriah yaitu Ky Mukhalip kemudian Rois diberi Hak untuk menerima atau menolak calon ketua tanfidiyah dengan alasan yang dibenarkan. Kemudian Rois terpilih memberikan pernyataan kalau kedua calon tidak ada yang ditolak namun Rois memberikan arahan kepada Ketua yang akan bisa bersinergi dengan baik bersama Rois. Kemudian proses pemilihan ketua dilakukan dengan memferifikasi Ketua ranting dan ada 6 ranting yang maju. Setelah dilakukan pemungutan suara maka dibacakan hasilnya yaitu 4 suara untuk Ky Munawir dan 2 suara untuk Bapak Aminudin Hadi ditambah 1 suara ketua MWC.
Dengan terpilihnya Rois Syuriah MWC Gunung Sindur periode 2024-2029 yaitu Ky Mukhalip dan Ketua Tanfidiyah yaitu Ky Munawir maka agenda besar konferensi sudah sukses dilaksanakan. Ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya harus diberikan kepada panitia, para donatur dan semua pihak yang ikut berkontribusi dalam suksesnya Konferensi. Semua pihak merasa bergembira dan menyambut baik atas hasilnya. Ucapan selamat dan do’apun disampaikan oleh berbagai pihak. Ada harapan agar NU di Gunung Sindur bisa terus berkembang, maju dan bisa berkontribusi besar untuk dakwah Islam Ahlussunah Waljamaah, bangsa dan Negara Republik Indonesia. Aamiin








