
Dalam suasana malam yang penuh kehangatan dan kebersamaan, acara Lailatul Ijtima Anak Ranting Nahdlatul Ulama (NU) desa Cibinong menjadi salah satu momen berharga yang sulit dilupakan. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap 2 minggu sekali ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah memperkuat nilai keislaman, kebersamaan, dan semangat perjuangan warga NU di tingkat anak ranting.
Salah satu momen terindah terekam saat seorang bapak dengan penuh kasih membimbing anaknya membaca dan memahami lembaran bacaan. Pemandangan ini mencerminkan nilai luhur yang selalu dijunjung oleh NU — menanamkan ilmu, akhlak, dan rasa cinta terhadap agama sejak dini. Di tengah suasana sederhana, terlihat jelas rasa damai dan keteduhan yang memancar dari interaksi antara generasi tua dan muda.
Di luar ruangan, suasana guyub dan kebersamaan tampak dari para jamaah yang saling menyapa, berbagi cerita, dan mempererat ukhuwah islamiyah. Hujan yang turun tak menyurutkan semangat para peserta untuk hadir dan mengikuti kegiatan hingga akhir.
Acara ini diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan untuk terus menjaga nilai-nilai Aswaja serta melanjutkan perjuangan para ulama pendahulu. Lailatul Ijtima bukan hanya sekadar pertemuan, melainkan cermin nyata dari semangat kebersamaan, pendidikan, dan pengabdian kepada umat





