IMG_0571
Secara sturtural, MMCNU Kecamatan Gunung Sindur era sekarang ini telah memulai kebangkitan ke-NU-an beserta lembaga-lembaga dan badan-badan otomom yang bernaung di bawah payungnya setelah mati suri sangat lama itu. Lalu, pergerakan di berbagai bidang akan digiatkan sebagai khidmah kepada NU dan bakti kepada masyarakat
Share :

Usai pelantikan oleh PCNU di aula kantor Kecamatan Gunung Sindur dan beriringan dengan kegiatan-kegiatan untuk menyambut Harlah NU ke-102, MWC (Majlis Wakil Cabang) Nahlatul Ulama Kecamatan Gunung Sindur menyelenggarakan Musyawarah Kerja yang sejatinya menjadi start utama untuk menjalankan roda organisasi. Musyawarah ini bertempat di Lazuardi Madani Alhasyimi Desa Curug pada 29 Rajab 1446 H/29 Januari 2025 M. Agenda penting ini selain menjadi yang pertama dilaksanakan oleh MWCNU Kecamatan Gunung Sidur pada masa bakti 2025-2050 sekaligus juga menjadi yang pertama setelah 15 tahun kepengurusan sebelumnya.

Secara sturtural, MMCNU Kecamatan Gunung Sindur era sekarang ini telah memulai kebangkitan ke-NU-an beserta lembaga-lembaga dan badan-badan otomom yang bernaung di bawah payungnya setelah mati suri sangat lama itu. Lalu, pergerakan di berbagai bidang akan digiatkan sebagai khidmah kepada NU dan bakti kepada masyarakat.

Dinamika Muker

Tanpa toleh kepada mereka yang berhalangan hadir atau petahana yang memangku kembali posisi sebelumnya,  Muker pertama ini menjadi spetrum yang sangat hangat oleh ide-ide dan interaksi yang egaliter antara seluruh pengurus MWC dan Banom-banomnya. Ini menjadi sebuah dinamika yang sangat positif secara struktural sehingga dapat meminimalisir rasa tidak puas yang tidak terungkapkan di dalam sebuah pertemuan resmi karena di masa sebelumnya, para peserta terbiasa menjadi pendengar setia tanpa bicara.

Sekali lagi, kita melihat demokrasi yang luar biasa pada Muker ini setelah Konfercam yang berhasil memilih pengurus baru pada -kurang lebih- dua bulan lalu.

Muslimat, Anshar, dan Fatayat menggeliat

Banom-banom NU yang berpungsi di dalam pergerakan pemberdayaan pada pemuda dan keperempuanan -sebagaimana kita ketahui- diampu oleh Muslimat, Anshat, dan Fatayat NU.

Baca Juga :  Semangat Berkhidmat! Pengibaran Bendera NU di Anak Ranting GIS Desa Cibinong

Pada Muker ini, ketiga Banom NU ini hadir dan merepentasikan agenda dan program yang telah laksanakan pada masa bakti sebelumnya dan akan direalisasikan pada masa bakti sekarang ini.

Dari pemaparan para Banom tersebut banyak yang kita patut banggakan karena mereka telah berhasil mengkhidmahkan potensi dan kemampuan pada banyak hal di tengah masyarakat pada segmen masing-masing.

Komisi-komisi dan Lembaga-lembaga Terbentuk

Satu hal urgen pada struktural NU adalah mekanisme sistematis untuk efektifitas dan efisiensi di dalam pergerakan ke-NU-an. Pada Muker I ini, MWCNU Kecamatan Gunung Sindur berhasil membentuk 5 komisi dan lembaga-lembaga terlingkup di dalam masing-masing komisi tersebut.

Iuran Wajib Rp 5.000,-.

Pada saat Sidang Komisi dan setelah pembentukan lembaga-lembaga di dalam sesi presentasi, Komisi B Bidang Pendanaan, Perekonomian dan Badan Usaha berkewajiban menentukan iuran wajib bulanan bagi pengurus MWC dan Banom-banomnya.

Presenter dari Komisi B pada awalnya mengajukan Rp 500.000,- perbulan. Pada saat inilah terjadi interaksi yang cukup hangat sehingga turun menjadi Rp 50.000,-. Tetapi, besaran terakhir ini pun masih diragukan dapat disanggupi sehingga Ketua MWC mengusulkan Rp 5.000,- dan pada akhirnya, usulan beliau inilah yang diterima.

Closing Value

Musyarawah Kerja Pertama MWCNU Kecamatan Gunung Sindur sebagai ghirah nahdliyah (semangat kebangkitan) para kader dalam berkhidmah ini menjadi sebuah pernyataan kesiapan dalam menerima ikrar khidmah yang telah baiatkan pada acara pelantikan. Semua individu yang berada di dalamnya dianggap mampu secara strutural menjalankan kewajibannya sebagai pengurus.

Terlepas dari ketidakhadiran sebagian pengurus, mereka yang hadir pada Muker ini mencapai korum dan dianggap sah melaksanakannya. Kemudian, hasil Muker tidak dapat ditolak dan wajib dilaksanakan oleh seluruh pengurus MWC sesuai tugas masing-masing.

Baca Juga :  Momen Terindah di Acara Lailatul Ijtima Anak Ranting NU desa Cibinong kecamatan Gunung Sindur

Lalu, kesuksusan pelaksanaan Muker dimaknai dengan khidmah dalam wujud kerja nyata dan bukan see and wait (lihat dan tunggu).

Penulis