
Di sebuah pagi yang cerah, suasana hangat terlihat di halaman sekretariat Anak Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Cibinong. Dalam gambar, tampak seorang anggota tengah mengibarkan bendera Nahdlatul Ulama dengan penuh kehati-hatian dan rasa hormat. Dengan mengenakan peci dan pakaian sederhana yang mencerminkan identitas ke-NU-an, ia mengangkat bendera hijau khas NU menggunakan tiang panjang, memastikan bendera tersebut berkibar dengan baik di halaman sekretariat.
Pengibaran bendera ini bukan sekadar rutinitas, tetapi memiliki makna yang kuat bagi warga NU. Warna hijau dan lambang NU yang dikenal luas merupakan simbol kejernihan, kedamaian, serta warisan perjuangan para ulama pendiri. Di tingkat anak ranting, pengibaran bendera juga menjadi bentuk peneguhan identitas organisasi serta tanda bahwa aktivitas jamiyah berjalan aktif di lingkungan tersebut.
Sekretariat Anak Ranting NU Desa Cibinong menjadi pusat kegiatan warga nahdliyin setempat. Di tempat inilah berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan direncanakan dan dijalankan. Momen pengibaran bendera seperti pada gambar memperlihatkan bagaimana semangat cinta organisasi tetap hidup, bahkan dalam hal kecil sekalipun.
Tindakan sederhana ini mencerminkan rasa bangga dan komitmen kader terhadap NU. Ia seolah mengingatkan bahwa perjuangan organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama tidak hanya hadir di panggung nasional, tetapi tumbuh kuat dari akar rumput—dari ranting hingga anak ranting yang terus berkhidmat untuk masyarakat.
Melalui pengibaran bendera di sekretariat, Anak Ranting NU Desa Cibinong menunjukkan bahwa mereka siap melanjutkan tradisi keilmuan, toleransi, dan pengabdian sosial yang sejak lama menjadi ciri khas NU. Kebersamaan, kekompakan, dan semangat berkhidmat terlihat jelas dalam momen sederhana namun penuh arti ini.





