
Syekh Imam Nawawi al-Bantani: https://www.laduni.id
Nusantara -lebih umum di sebut Asia Tenggara dahulu kala- sudah mengenal Islam sejak abad ke-1 Hijrah/7 Masehi atau sejak kekhalifahan Ustman bin Affan ra. Perkembangan Islam yang sekaligus memotivasi kemajuan ilmu pengetahuan telah menarik perhatian para penguasa muslim dan ummat Islam Jawi (sebutan lain untuk Nusantara di masa lalu) untuk mendalami ilmu-ilmu Islam sehingga mendelegasikan para penuntut ilmu -khususnya dari kalangan istana dan hartawan- ke Hijaz (Mekah dan Madinah).
Kesabaran generasi Islam Nusantara dalam menempuh ilmu agama Islam di Negeri Hijaz telah membuahkan hasil luar biasa. Puncaknya pada kisaran abad ke-11, 12, dan 13 Hijrah/18, 19, dan 20 Masehi, generasi ini berhasil menunjukkan superioritasnya melalui peran di bidang keilmuan khususnya, bahkan dalam perpolitikan (masa perjuangan dari kolonialisme) di Indonesia saat itu.
Kesarjanaan dan kesalehan para ulama Nusantara tidak hanya masyhur di Hijaz dan Nusantara itu sendiri, tetapi hingga Afrika, Eropa, dan belahan dunia lainnya. Bahkan, di antara mereka menduduki posisi penting dan berpengaruh di kalangan para ulama Hijaz khususnya. Salah satu yang melegenda dan fenomenal sampai saat ini adalah Syaikh Nawawi al-Bantani yang bergelar Sayyid Ulama al-Hijaz (Pemimpin/Penghulu Ulama Hijaz).
Tentunya, sangat banyak ulama berasal dari Nusantara yang menjadi pelopor atau pun memiliki posisi penting di tengah masyarakat dan pemerintah di masa lalu. Tentunya lagi tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari negeri-negeri lain di Nusantara ini, seperti Thailand (Fatani), Malaysia, Filipina (Sulu), Brunei dan lainnya.
Amirul Ulum di dalam Ulama-ulama Nusantara yang Berpengaruh di Negeri Hijaz memaparkan 26 biografi mereka yang kita mulyakan, yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani al-Makki, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi al-Makki, Syaikh Mahfudz at-Turmusi al-Makki, Syaikh Abdul Hamid al-Qudsi al-Makki, Syaikh Muhsin al-Musawa al-Palimbani al-Makki, Syaikh Abdullah Muhaimin bin Abdul Aziz al-Lasemi al-Makki, Syaikh Baqir bin Muhammad Nur al-Jukjawi al-Makki, Syaikh Yasin bin Isa al-Fadani al-Makki, Syaikh Ahmad bin Abdul Ghaffar al-Sambasi al-Makki, Syaikh Ismail al-Khalidiyah al-Minangkabawi al-Makki, Syaikh Muhammad Mukhtar bin ‘Atharid al-Bughuri al-Makki, Syaikh Junaid al-Batawi, Syaikh Abdul Karim al-Bantani al-Makki, Syaikh Ali bin Abdullah al-Banjari al-Makki, Syaikh Muhammad Ahyad bin Muhammad Idris al-Bughuri al-Makki, Syaikh Abdul Ghani al-Bimawi al-Makki, Syaikh Jinan Muhammad Thayyid al-Sariaki al-Makki, Syaikh Asy’ari bin Abdurrahman al-Baweani al-Makki, Syaikh Abu Bakar bin Syihabudin at-Tambusi al-Makki, Syaikh Ahmad Nahrawi al-Banyumasi al-Makki, Syaikh Muhammad Zainudin al-Baweani al-Makki, Syaikh Abdul Qadir al-Mindili al-Makki, Syaikh Abdullah bin Hasan al-Jawi al-Makki, Syaikh Muhammad bin Muhammad al-Jawi al-Makki, Syaikh Marzuki al-Jawi al-Makki dan Syaikh Muhammad bin Umar al-Sumbawi al-Makki. Sebagai orang Bogor, kita sangat boleh berbangga karena di antara para ulama alumni Hijaz tersebut ada dua nama di sana, yaitu Syaikh Muhammad Mukhtar bin ‘Atharid al-Bughuri al-Makki dan Syaikh Muhammad Ahyad bin Muhammad Idris al-Bughuri al-Makki.







