gambar-bendera-nu-dan-merah-putih-29
Jamiyah Nahdlatul Ulama sejak berdiri (1926) tidak pernah sepi dari aktifitas, baik keagamaan, pendidikan dan kemasyarakatan, bahkan perjuangan politik. Sebagai organisasi masyarakat Islam, NU kemudian fokus pada aspek pendidikan dan kemasyarakatan dalam wujud pergerakannya.
Share :

Jamiyah Nahdlatul Ulama sejak berdiri (1926) tidak pernah sepi dari aktifitas, baik keagamaan, pendidikan dan kemasyarakatan, bahkan perjuangan politik. Sebagai organisasi masyarakat Islam, NU kemudian fokus pada aspek pendidikan dan kemasyarakatan dalam wujud pergerakannya. Pada ranah pendidikan, para nahdliyin tidak terlepas dari sanad keilmuan dari para guru sampai kepada Baginda Nabi Muhammad shallallahualaihi wasallam sehingga menjadi harakah ilmiyah yang valid dan terverifikasi. Hal ini berlandas di antaranya pada qoul (ucapan) ulama, yaitu Ibn al-Mubarak.


قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنِ مُبَارَك :الإٍسْنَادُ مِنَ الدِيْنِ، وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاء ًمَا شَاءَ  


Abdullah bin Mubarak berkata, “Sanad adalah bagian dari agama. Seandainya tidak ada kewajiban mengambil sanad, niscaya siapa pun akan mengucapkan apa pun yang ia inginkan (mengenai agama).” (Lihat: Muqaddimah Shahih Muslim, hal. 9).


Sanad keilmuan adalah nilai penting dalam mencari ilmu agama. Oleh karena itu, agama memerintahkan kita untuk lebih selektif dalam memilih seorang guru.


قَالَ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ  


Muhammad bin Sirin berkata, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian (Lihat: Muqaddimah Shahih Muslim, hal. 10).  


Syekh Ibrahim bin Musa asy-Syathibi dalam kitab al-Muwafaqat memberikan kita tips dalam mencari guru yang tepat.


مِنْ أَنْفَعِ طُرُقِ العِلْمِ المُوْصِلَةِ إِلَى غَايَةِ التَحَقّثقِ بِهِ أَخْذُهُ عَنْ أَهْلِهِ المُتَحَقِقِيْنَ بِهِ عَلىَ الكَمَالِ وَالتَمَامِ

 
“Di antara jalan untuk mencari ilmu yang dapat mengantarkan pelajar ke ujung kepakaran dalam bidangnya adalah mengambil ilmu dari ahli/pakar yang telah membidangi ilmu tersebut secara sempurna dan menyeluruh” (Ibrahim bin Musa asy-Syathibi, al-Muwafaqat [Beirut: Dar Ibnu Affan], 2007, juz 1 hal. 139).

Baca Juga :  Lafal Niat Zakat Fitrah Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemahannya


Demikian juga dalam harakah nidzhamiyah (keorganisasian), para nahdliyin bersanad kepada para Kiayi yang bergerak dalam struktural masa awal (para muassis), khususnya Hadlaratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Chasbullah dan seterusnya hingga sekarang. Hal ini penting agar para nahdliyin struktural tidak keluar dari khiththah yang telah digariskan dan kemudian dapat meluruskan nahdliyin nonstruktural dalam pergerakan di tengah masyarakat.


Pada akhirnya, al-harakah barakah atau bergerak (khidmah) dalam Jam’iyah Nahdlatul Ulama mendatangkan keberkahan. Lalu, kami alumni Ponpes. Darul Mukhlishin pada setiap acara orientasi santri mendapat nasihat berharga dari guru kami, KH. Mudjahid Qosysyasyi (Allah yarham) dalam kalimat singkat, la rahata illa fil jannah (rehat itu hanya di syurga). Maka, khidmah nahdliyah merupakah khidmah khalisah (darma bakti yang murni) dan tidak dapat dihentikan kecuali oleh ajal.

Wallahu ‘alamu bishawab, wallahul muwafiq ila aqwamithoriq.

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *