Suara Rakyat Masa Depan Indonesia
Memang benar, kontestasi politik masih berlangsung di tingkat daerah dalam pelaksanaan Pilkada (27 Nopember 2024) di seluruh Indonesia dan sekali lagi, suara rakyat sedang dikejar oleh para kontestan. Sejatinya, suara rakyat lagi-lagi akan menjadi penentu duduknya calon pemimpin di kursi kepemimpinan daerah.
Share :

Alhamdulillah, Pilpres (Pemilihan Presiden) dan Pileg (Pemilihan Legislatif) 14 Pebruari 2024 telah terlaksana. Sejatinya, Presiden Prabowo Subianto menjadi sosok yang meraih suara terbanyak rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Begitu juga para legislator yang sudah resmi duduk di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) dari pusat hingga daerah sekarang ini.

Memang benar, kontestasi politik masih berlangsung di tingkat daerah dalam pelaksanaan Pilkada (27 Nopember 2024) di seluruh Indonesia dan sekali lagi, suara rakyat sedang dikejar oleh para kontestan. Sejatinya, suara rakyat lagi-lagi akan menjadi penentu duduknya calon pemimpin di kursi kepemimpinan daerah.

Kontestasi politik memang menjadi tanggung jawab besar bagi rakyat. Sejatinya, suara yang mereka aspirasikan melalui kotak suara akan membawa dampak di masa depan. Saat ini, kategori pilihan rakyat pada value pemimpin seharusnya sudah meningkat menjadi pilihan tepat dan tidak lagi pada tingkat benar semata. Hal ini karena rakyat sudah melek politik, terutama kalangan milenium dan Gen Z.

Kategori pilihan tepat ini di antaranya berdasar pada peningkatan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia yang mencapai Rp5.288,3 triliun atau tumbuh sebesar 11,5% di 2024 triwulan II (6 Mei 2024. Badan Pusat Statistik.). Pertumbuhan ekonomi ini diharapkan lebih meningkat di era pemerintahan sekarang untuk lebih berkeadilan dalam pendapatan rakyat dan membuka peluang lapangan kerja seluas-luasnya bagi rakyat pada semua lulusan jenjang pendidikan dengan UMR (Upah Minimum Regional) yang lebih meningkat. Dengan peningkatan pendapatan rakyat, maka beban pemerintah terhadap kesejahteraan warga negara Indoensia dapat teratasi terutama pada bidang pendidikan yang seharusnya menjadi prioriotas dalam pembangunan nasional.

Lantas, bagaimana dengan warga NU (Nahdlatul Ulama) sebagai bagian integral bangsa ini? Dari aspek kuantitas, populasi warga NU disinyalir mencapai 56,9% (27 april 2024. Muhammad Farhan Syah. E Magazine. Business News Indonesia) dari 282.477.584 jiwa warga negara Indonesia (08 Juli 2024. Compas.com) atau sekitar 142 juta jiwa dan menjadi Organisasi Masyarakat Islam terbesar di dunia saat ini (05 April 2024. CNBC Indonesia).

Baca Juga :  Ke-NU-an & Aswaja

Kuantitas ini sangat besar dan sangat potensial untuk menjadi penentu dalam opsi calon pemimpin. Hal ini sekali lagi dapat dibuktikan dengan keikutsertaan para warga atau kader NU dalam kontestasi politik tersebut sebagai kontestan yang selanjutnya dapat berperan dalam menentukan kebijakan pemerintah agar lebih berpihak kepada rakyat tanpa pandang bulu.

Pada prosesnya, struktural dan kultural NU diharapkan mampu bersinergi untuk mensukseskan asprasi rakyat dalam memilih pemimpin yang tepat untuk mencapai kemajuan-kemajuan masa depan bagi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan bangsa Indonesia yang besar ini.  

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *