
Khutbah Jum’at bulan Muharram
19 Juni 2026 /1448 H.
Oleh : KH. Munawir. S.H, M.Pd.
Ketua MWC NU Gunung Sindur
Tema : MAKNA PENTING MUHARRAM DAN TIGA PESAN DI DALAMNYA
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد،
فيا أيها المسلمون، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Kita bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesempatan memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah dan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Hari ini merupakan Jum’at pertama di bulan Muharram. Jum’at yang istimewa untuk kita sejenak merenung, tentang pesan pesan penting yang terkandung di dalam bulan Muharram.
Muharram bukan hanya tentang berubahnya angka pada kalender, tetapi tentang berubahnya cara pandang kita terhadap kehidupan.
Ada tiga pesan penting yang dibawa Muharram kepada setiap manusia.
- Tentang waktu.
- Tentang kesempatan.
- Tentang perjumpaan dengan Allah SWT.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
- Pesan pertama Muharram tentang waktu.
Allah SWT berfirman:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.”
Allah bersumpah dengan waktu karena waktu adalah modal kehidupan yang paling berharga.
- jika kehilangan Harta mungkin bisa dicari kembali .
- Jabatan mungkin juga bisa diraih kembali
Tetapi waktu yang telah berlalu, sungguh tidak akan pernah kembali. Muharram mengingatkan kita, bahwa waktu yang telah menghiasi lembaran kisah perjalanan hidup kita dalam satu tahun yang lalu, merupakan sesuatu yang tak akan pernah kita temukan kembali.
Karena itu pertanyaannya bukan sekadar:
“Berapa umur kita hari ini?”
Tetapi:
” Sudah melakukan apa hari ini ?”
Jamaah rahimakumullah,
- Pesan kedua Muharram tentang kesempatan
Bertambah usia berarti berkurang kesempatan.
- Kesempatan untuk memperbaiki diri.
- Kesempatan untuk beramal saleh.
- Kesempatan untuk berbakti kepada orang tua.
- Kesempatan untuk mendidik anak-anak menjadi generasi yang saleh dan bermanfaat.
Oleh karena itu, Jangan sampai kita termasuk golongan orang orang yang menyesal, karena tidak mampu memanfaatkan kesempatan yg sudah diberikan Allah SWT.
Firman Allah SWT.
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
(QS. Al-Mu’minun: 99-100)
“Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.'”
Pesan penting dari ayat diatas adalah,
jangan menunda kebaikan.
Jangan menunda taubat.
Jangan menunda amal saleh.
“Karena kesempatan tidak selalu datang dua kali.”
Jamaah yang dimuliakan Allah,
- Pesan ketiga Muharram adalah tentang perjumpaan dengan Allah SWT.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ
“Wahai manusia, sesungguhnya engkau bekerja keras menuju Tuhanmu, maka engkau akan menemui-Nya.”
” Ayat diatas mengingatkan kita, bahwa sesungguhnya manusia sedang berjalan menuju satu tujuan yang sama, yaitu perjumpaan dengan Allah SWT.
Karena itu, Muharram sesungguhnya adalah alarm kehidupan, dimana Waktu terus berjalan, kesempatan terus berkurang, perjumpaan dengan Allah semakin dekat.
maka dari Muharram kita dapat memperoleh pelajaran yang sangat berharga.
Bahwa Allah, telah menitipkan kepada setiap manusia dua amanah besar, yaitu waktu dan kesempatan.
“Tidak ada manusia yang hidup tanpa waktu”
” Dan Tidak ada manusia yang hidup tanpa kesempatan”
Keduanya adalah karunia sekaligus amanah dari Allah SWT.
- Waktu harus dijaga.
- Kesempatan harus dimanfaatkan dengan baik
Karena suatu hari nanti keduanya akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT.
pelajaran penting dan sekaligus kesimpulan dari Khutbah ini adalah : bahwa waktu dan kesempatan bukan sekadar nikmat, tetapi amanah yang harus dipelihara dan digunakan untuk mempersiapkan bekal terbaik menuju perjumpaan dengan Allah SWT.
“Jangan sampai waktu dihabiskan tanpa manfaat.
” kesempatan berlalu tanpa meninggalkan jejak kebaikan apapun”
“Maka siapa yang mampu menjaga waktu dan memanfaatkan kesempatan, dialah orang yang paling beruntung ketika kelak berdiri di hadapan Allah Rabbul ‘Alamin.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah kedua :
الحمد لله رب العالمين، حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله.
أما بعد،
…….,فيا عباد الله، اتقوا الله.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.
اللهم بارك لنا في أوقاتنا وأعمارنا وأعمالنا.
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر





