JEBAKAN HALUS IBLIS UNTUK MENGGAGALKAN MISI MANUSIA
Share :

KHUTBAH JUMAT
26 Juni 2026
Tema :
JEBAKAN HALUS IBLIS: UNTUK MENGGAGALKAN MISI MANUSIA
(Refleksi QS. Al-Hijr Ayat 39–40)

Oleh : KH. Munawir S.H, M.Pd
Ketua MWC NU Gunung Sindur

KHUTBAH PERTAMA
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya bekal terbaik untuk kehidupan dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenungkan hakikat keberadaan kita sebagai manusia.

“Dua Misi Besar Penciptaan Manusia

Allah SWT menciptakan manusia bukan tanpa tujuan. Setidaknya Al-Qur’an menjelaskan dua misi besar yang diemban oleh setiap manusia.
Pertama: Menjadi ‘Abid (Hamba Allah)
Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Misi pertama manusia adalah menjadi ‘abid, yaitu hamba yang mengabdi sepenuhnya kepada Allah.
Seluruh hidupnya diarahkan untuk mencari ridha Allah.
Shalatnya untuk Allah.
Ilmunya untuk Allah.
Pekerjaannya untuk Allah.
Kehidupannya untuk Allah.
Kedua: Menjadi Khalifah di Muka Bumi
Allah SWT berfirman:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.”
(QS. Al-Baqarah: 30)
Misi kedua manusia adalah menjadi khalifah.
Yaitu membangun kehidupan, menegakkan keadilan, menyelesaikan masalah, memakmurkan bumi, dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama manusia.
Karena itu manusia tidak hanya ditugaskan menjadi orang baik, tetapi juga menjadi pembawa kebaikan.
Tidak hanya menjadi saleh, tetapi juga menjadi muslih, yaitu orang yang memperbaiki.

Baca Juga :  Kini Pembayaran Zakat Infaq dan Shodaqoh Lebih Mudah Dengan QRIS

“Deklarasi Perang Iblis Terhadap Manusia

Jamaah yang dimuliakan Allah,,
Untuk menjalankan dua misi besar ini rupanya tidak berjalan tanpa tantangan dan rintangan.
Sejak awal penciptaan manusia, ada satu makhluk yang telah mendeklarasikan perang terhadap manusia.
Dialah iblis.

Allah mengabadikan sumpah iblis dalam firman-Nya:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
“Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, maka pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik apa yang ada di bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.”
(QS. Al-Hijr: 39)
Perhatikan ayat di atas
“Iblis menjebak manusia kedalam kesesatan, bukan dengan cara yang kasar,
Misal dengan memerintahkan membunuh, dan semacamnya melainkan dengan metode yg sangat halus,
Yaitu dengan menghiasai dan memperindah sesuatu Dimata mereka:
لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ
“Aku akan menghiasi dan memperindah sesuatu di mata mereka.”

Inilah jebakan halus iblis.
Ia membuat sesuatu tampak indah.
Ia membuat sesuatu tampak benar.
Ia membuat sesuatu tampak mulia.

Penyakit Iblis: Kesombongan

Jamaah yang dirahmati Allah,
Coba kita renungkan sejenak
Mengapa iblis dikutuk dan diusir dari surga?
Apa karena iblis tidak ibadah
Tidak berdzikir
Tidak mengenal Allah
Apa karena tidak tau perintah Allah.
Tentu bukan karena itu semua
Jawabannya :
Allah berfirman:
أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ
“Ia menolak dan menyombongkan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 34)
Dan kesombongan itu tampak dalam ucapannya:
أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ
“Aku lebih baik daripada dia.”
(QS. Al-A’raf: 12)
Kalimat “Aku lebih baik” adalah kalimat yang mengeluarkan iblis dari rahmat Allah.
Karena itu, cara paling efektif untuk menyesatkan manusia adalah menanamkan penyakit yang sama ke dalam hati manusia.

“Bisikan Halus yang Sulit Dideteksi”

Baca Juga :  MWCNU Gunungsindur Gelar Halal BI Halal 1447 H dan Dialog Kebangsaan Lintas Agama

Jamaah Jumat rahimakumullah,
Iblis tahu bahwa tidak semua orang mudah diajak melakukan dosa besar.
Maka ia datang dengan cara yang jauh lebih halus.
Ia membisikkan:
“Ibadahmu paling bagus.”
“Sedekahmu paling banyak.”
“Ilmumu paling tinggi.”
“Di lingkungan ini engkau yang paling saleh.”
“Tidak ada yang sebaik dirimu.”
Awalnya terdengar seperti pujian.
Padahal itulah racun yang paling berbahaya.
Karena perlahan manusia mulai merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.
Ia mulai meremehkan orang lain.
Ia mulai sulit menerima kritik.
Ia mulai merasa paling benar.
Dan tanpa disadari ia sedang menghidupkan kembali penyakit yang pernah menghancurkan iblis.

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji zarrah.” (HR. Muslim)

Padahal semakin tinggi amal seseorang, seharusnya semakin rendah hatinya.
Semakin banyak ibadahnya, semakin besar rasa takutnya kepada Allah.

Lalu muncul pertanyaan penting:
Bagaimana cara kita selamat dari jebakan halus iblis tersebut?

Jawabannya terdapat pada ayat berikutnya.
Allah berfirman:
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.”
(QS. Al-Hijr: 40)
Iblis sendiri mengakui bahwa ada satu golongan yang tidak mampu ia sesatkan, yaitu orang-orang yang mukhlis.
Siapakah mereka?
“Mereka adalah orang-orang yang seluruh hidupnya diarahkan hanya untuk Allah”

Mereka tidak sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain.
Mereka tidak sibuk menghitung kelebihan dirinya.
Mereka lebih sibuk memperbaiki dirinya di hadapan Allah.
Mereka tidak bertanya:
“Apakah saya lebih baik dari orang lain?”
Tetapi mereka bertanya:
“Apakah Allah ridha kepada saya?”

Kesimpulan :

Hari ini kita belajar :
Ternyata, keselamatan kita bukan terletak pada banyaknya amal semata, tetapi pada keikhlasan dan kerendahan hati.

Baca Juga :  Musyawarah Kerja (MUKER) MWCNU Gunungsindur, Tanda Bangkit Setelah Mati Suri

“Iblis tidak keberatan manusia menjadi ahli ibadah, selama ibadah itu melahirkan kesombongan”
”  Tetapi iblis sangat takut kepada orang mukhlis yang semakin tinggi amalnya justru semakin rendah hatinya di hadapan Allah”
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang Mukhlis.

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah kedua:

الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

اللهم اجعلنا من عبادك المخلصين، واجعلنا من عبادك الصالحين المصلحين، ونجنا من الكبر والعجب والرياء، ووفقنا للقيام بأمانة العبودية والخلافة في الأرض.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر،

Penulis